Dalam memilih jurusan tentu melewati pertimbangan-pertimbangan tertentu bagi siswa yang akan menjadi mahasiswa. Selain pertimbangan dari diri sendiri, siswa juga meminta pendapat kepada beberapa orang terdekatnya seperti guru BK, orang tua, keluarga, bahkan sahabatnya. Kuliah berbeda dengan sekolah yang masih terbilang umum. Menempuh pendidikan di perguruan tinggi akan membawamu mempelajari hal-hal yang lebih spesifik dan mendalam sehingga pilihan harus benar-benar dipilih dengan matang.
Namun tidak jarang juga mahasiswa merasa terjebak dengan jurusan yang dipilih olehnya sendiri. Hal tersebut bisa terjadi karena banyak faktor. Bahkan sebagian besar mahasiswa yang sudah menjalankan kuliah justru mendaftarkan diri kembali untuk mengikuti tes masuk perguruan tinggi di jurusan lain yang dianggap lebih nyambung dan selaras dengan dirinya. Tanpa disadari, hal tersebut membuat ia semakin tertinggal dari yang lain. Yang mana ia akan mengulang lagi kuliah dari awal semester berbeda dengan teman-temannya yang sudah menetap dan konsisten di jurusan yang dipilih.
Lalu apa sih faktor penyebab yang membuat mahasiswa merasa terjebak dan merasa salah jurusan? Ini dia beberapa faktor yang menyebabkan mahasiswa merasa berada di jurusan yang tidak tepat.
Sembarangan Memilih Jurusan

Banyak siswa yang menganggap sepele jurusan kuliah sehingga tidak serius dalam menentukan pilihannya. Bahkan ketika pendaftaran berlangsung kerap kali asal memilih tanpa mencari tahu informasi tentang jurusan yang dipilihnya. Sehingga berakibat fatal jika ia diterima dan mengaku bukan bakatnya di jurusan ini, salah jurusan. Padahal dari awal memang salah dari diri sendiri yang sembarangan dalam memilih jurusan. Hal ini jangan diulangi dan jangan dicontoh sebab jika hal ini terjadi padamu, dan tidak bisa terlepas hingga 4 tahun di jurusan yang dipilih secara sembrono. Persiapkan pilihanmu mulai sekarang ya!
Memilih Jurusan Lintas Minat

Hal ini sering dijumpai setiap tahunnya. Misalnya siswa jurusan IPS memilih jurusan pendidikan kimia untuk kuliahnya tanpa mempertimbangkan lebih dalam lagi. Bayangkan saja, siswa IPS tanpa peminatan kimia yang tidak mempelajari kimia sama sekali dan memilih jurusan pendidikan kimia secara langsung. Apakah dia tidak terjebak? Pasti ia merasa terjebak karena ia belum mengenal ilmu pengetahuan tentang kimia. Selain itu di jurusan pendidikan kimia yang berbau penelitian tentu sering melakukan praktek di laboratorium. Semakin merasa sulit dan tersesat.
Oleh karena itu, memang harus dipikirkan lebih matang lagi jika ingin lintas minat ya!
Bukan Pilihan Sendiri

Banyak siswa yang masuk jurusan karena pilihan orang lain. Bisa jadi pilihan orang tua atau sekedar ikut-ikutan teman. Mengenai pilihan orang tua, beberapa siswa memang tidak bisa mengelak. Sedangkan sekedar ikutan teman berarti siswa belum memiliki pendirian atau tidak serius dalam berkuliah. Padahal jika sudah berada di kampus tidak mungkin akan terus bersama. Hal tersebutlah yang membuat mahasiswa terus-terusan merasa tersesat.
Walaupun banyak mahasiswa yang merasa salah jurusan, tidak jarang juga mereka tetap konsisten menjalani study karena sudah bisa menerima kenyataan dan merasa bertanggung jawab atas pilihannya. Tetap semangat ya!
Jika ingin Berkonsultasi lebih lanjut, silahkan Daftar di link dibawah ini DAFTAR







